Cabling
Jenis-jenis copper cabling
- Unshielded Twisted-Pair (UTP) Cable
- Shielded Twisted-Pair (STP) Cable
- Coaxial Cable
Personal blog for educational purpose only.
Cabling
Jenis-jenis copper cabling
Jaringan komputer adalah kumpulan dua
atau lebih komputer yang saling terhubung satu sama lain melalui media
komunikasi sehingga dapat berbagi data dan sumber daya. Jaringan ini
memungkinkan perangkat untuk bertukar informasi, mengakses internet, berbagi
file, printer, dan perangkat lainnya, serta melakukan komunikasi yang lebih
efisien. penting bagi seorang programmer untuk belajar jaringan komputer.
Memahami jaringan komputer dapat memberikan banyak manfaat dan meningkatkan
kemampuan mereka dalam berbagai aspek pengembangan perangkat lunak
7 OSI layers
1. Lapisan Fisik (Physical Layer)
Menyediakan
transmisi fisik data melalui media komunikasi. Ini mencakup perangkat keras
seperti kabel, konektor, dan sinyal listrik atau optik. Contoh : Ethernet,
kabel serat optik, sinyal radio.
2. Lapisan Data Link (Data Link Layer)
Mengatur komunikasi
data antara dua perangkat pada jaringan yang sama dan mendeteksi serta
memperbaiki kesalahan yang terjadi pada lapisan fisik. Ini juga mengelola
alamat fisik (MAC address) perangkat. Contoh : Ethernet, Wi-Fi (IEEE 802.11),
MAC (Media Access Control).
3. Lapisan Jaringan (Network Layer)
Mengatur alamat
logis dan penentuan jalur (routing) data antara perangkat dalam jaringan yang
berbeda. Ini mengelola pengalamatan IP dan routing paket data. Contoh : IP
(Internet Protocol), router.
4. Lapisan Transport (Transport Layer)
Menyediakan
transmisi data yang andal dengan mengelola kontrol aliran, segmentasi, dan
pengendalian kesalahan. Protokol pada lapisan ini memastikan data dikirim
secara berurutan dan tanpa kehilangan. Contoh : TCP (Transmission Control
Protocol), UDP (User Datagram Protocol).
5. Lapisan Sesi (Session Layer)
Mengelola sesi
komunikasi antara aplikasi di perangkat yang berbeda. Ini mengatur pembentukan,
pengelolaan, dan penghentian sesi atau koneksi. Contoh : Protokol RPC (Remote
Procedure Call), NetBIOS.
6. Lapisan Presentasi (Presentation
Layer)
Bertanggung jawab
atas format data dan enkripsi/ dekripsi data untuk memastikan bahwa data yang
dikirimkan dapat dimengerti oleh aplikasi penerima. Ini juga mengelola konversi
format data dan kompresi. Contoh : SSL/TLS (untuk enkripsi), JPEG, MPEG.
7. Lapisan Aplikasi (Application
Layer)
Menyediakan antarmuka langsung antara pengguna dan aplikasi jaringan. Ini mencakup berbagai protokol yang digunakan aplikasi untuk berkomunikasi dengan jaringan. Contoh : HTTP (HyperText Transfer Protocol), FTP (File Transfer Protocol), SMTP (Simple Mail Transfer Protocol), DNS (Domain Name System).
Konversi dari
desimal ke biner adalah proses mengubah bilangan dalam sistem desimal (basis
10) ke dalam sistem biner (basis 2). Sistem desimal menggunakan sepuluh digit
(0-9), sementara sistem biner menggunakan dua digit (0 dan 1). Proses ini
penting dalam komputasi dan ilmu komputer karena komputer bekerja menggunakan
sistem biner.
Default gateway adalah sebuah perangkat jaringan yang bertindak sebagai perantara untuk mengirimkan paket data dari jaringan lokal ke jaringan lain. Default gateway biasanya merupakan alamat IP dari router atau perangkat lain yang menghubungkan jaringan lokal ke jaringan luar. Contoh dari default gatway:
Jaringan Rumah
Dalam sebuah jaringan rumah, router yang menyediakan koneksi internet akan memiliki alamat IP, misalnya 192.168.1.1. Alamat ini akan dijadikan default gateway bagi semua perangkat yang terhubung ke jaringan tersebut, seperti komputer, smartphone, dan perangkat IoT. Jika komputer di jaringan rumah memiliki IP 192.168.1.100 dan ingin mengakses situs web, komputer tersebut akan mengirimkan permintaan ke default gateway (router) di 192.168.1.1, yang kemudian meneruskannya ke internet.
Jaringan Perusahaan
Di sebuah perusahaan, mungkin ada beberapa subnet untuk berbagai
departemen, dan sebuah router atau firewall yang menghubungkan subnet tersebut
ke internet. Misalkan departemen IT memiliki subnet dengan alamat 10.0.0.0/24
dan router di subnet tersebut memiliki alamat 10.0.0.1. Semua perangkat di
subnet IT akan menggunakan 10.0.0.1 sebagai default gateway untuk mengakses
sumber daya di luar subnet mereka.
IP adalah singkatan dari Internet
Protocol, atau dalam bahasa Indonesia berarti Protokol Internet.
Jadi, IP address atau internet protocol address adalah alamat protokol internet
(alamat IP) yang mengidentifikasi segala perangkat yang terhubung ke jaringan,
baik jaringan internet pada umumnya maupun lokal. Versi IP address
dibagi menjadi dua, yaitu IPv4 dan IPv6. IPv4
adalah alamat IP yang paling umum digunakan, dengan panjang
32-bit dan empat bagian (oktet) yang dipisahkan oleh titik. Nilai setiap oktet
berkisar dari 0 – 255. Kepanjangan IPv4 yaitu Internet Protocol version 4. IPv6 adalah versi IP address yang lebih baru dari IPv4, dimaksudkan
untuk menggantikan IPv4 karena variasi IPv4 yang kini mulai terbatas. Kalau
IPv4 memiliki panjang 32 bit, panjang IPv6 mencapai 128 bit. Artinya, ada
sekitar 340 undecillion (angka di belakang digit pertamanya
ada 66!) alamat IPv6 yang berbeda.
Contoh IPv4 adalah seperti berikut:
Berikut adalah contoh IPv6:
Alamat IP dikelompokkan ke dalam beberapa kelas berdasarkan nilai oktet pertama. Berikut adalah penjelasan tentang kelas alamat IP, yaitu kelas A, kelas B, dan kelas C, serta contoh penggunaannya.
Class A
Class A adalah kelas alamat IP dengan
oktet pertama di antara 1 dan 126 (0 dan 127 tidak digunakan karena memiliki
tujuan khusus). Kelas A memiliki format berikut: A.B.C.D Dimana A adalah oktet
pertama (1-126), dan B, C, serta D adalah oktet yang tersisa, masing-masing
berkisar antara 0 hingga 255. Kelas A umumnya digunakan untuk jaringan skala
besar yang memiliki banyak perangkat, seperti perusahaan besar atau organisasi pemerintah.
Contoh alamat IP kelas A: 10.0.0.1 45.128.50.22
Class B
Class B adalah kelas alamat IP dengan oktet pertama di antara 128 dan 191. Kelas B memiliki format berikut: A.B.C.D Dimana A adalah oktet pertama (128-191), dan B, C, serta D adalah oktet yang tersisa, masing-masing berkisar antara 0 hingga 255. Kelas B biasanya digunakan untuk jaringan menengah yang memiliki jumlah perangkat yang lebih sedikit daripada kelas A, seperti universitas, sekolah, dan bisnis menengah. Contoh alamat IP kelas B: 172.16.10.1 190.200.25.5
Class C
Class C adalah kelas alamat IP dengan oktet pertama di antara 192 dan 223. Kelas C memiliki format berikut: A.B.C.D Dimana A adalah oktet pertama (192-223), dan B, C, serta D adalah oktet yang tersisa, masing-masing berkisar antara 0 hingga 255. Kelas C umumnya digunakan untuk jaringan kecil yang memiliki jumlah perangkat yang terbatas, seperti jaringan rumah, jaringan kantor kecil, dan jaringan hotspot Wi-Fi. Contoh alamat IP kelas C: 192.168.1.1 200.150.100.50
Dalam prakteknya, beberapa blok
alamat IP dari kelas A, B, dan C dialokasikan untuk penggunaan pribadi dan
tidak dapat diakses melalui internet. Blok-blok ini dikenal sebagai alamat IP
pribadi. Berikut adalah rentang alamat IP pribadi untuk setiap kelas:
·
Kelas
A: 10.0.0.0 hingga 10.255.255.255
·
Kelas
B: 172.16.0.0 hingga 172.31.255.255
·
Kelas
C: 192.168.0.0 hingga 192.168.255.255
Alamat IP pribadi ini
digunakan dalam jaringan lokal dan tidak dapat diakses langsung dari internet.
Untuk mengakses internet, perangkat yang menggunakan alamat IP pribadi harus
menggunakan Network Address Translation (NAT) melalui router atau perangkat lain
yang memiliki alamat IP publik.
CIDR
(Classless Inter-Domain Routing)
CIDR (Classless Inter-Domain Routing) adalah teknik yang digunakan
untuk menggantikan sistem kelas alamat IP. CIDR menghilangkan pembagian kelas
alamat IP dan menggantinya dengan sistem yang lebih fleksibel. CIDR menggunakan
notasi yang mencakup alamat IP dan panjang awalannya dalam satu sintaks,
seperti 192.168.1.0/24. Panjang awalan dalam contoh ini adalah 24, yang
menunjukkan bahwa 24 bit pertama alamat IP digunakan sebagai awalan jaringan. CIDR
menyediakan lebih banyak kebebasan dalam pengelolaan alamat IP, yang
memungkinkan administrator jaringan untuk menciptakan subnet yang lebih kecil
dan sesuai dengan kebutuhan jaringan. CIDR juga membantu mengurangi pemborosan
alamat IP dan memungkinkan penggunaan IPv4 lebih efisien.
VLSM (Variable Length Subnet Mask)
Selain itu, VLSM (Variable
Length Subnet Mask) juga merupakan teknik yang digunakan
dalam pengelolaan jaringan. VLSM memungkinkan administrator jaringan untuk
menggunakan subnet mask yang berbeda untuk subnet yang berbeda dalam jaringan
yang sama. VLSM membantu mengoptimalkan penggunaan alamat IP dan mengurangi
pemborosan alamat dalam jaringan yang lebih besar.
Dalam mengelola
jaringan, alat yang umum digunakan adalah IP calculator. IP calculator membantu
administrator jaringan untuk menghitung subnet, jumlah alamat IP yang tersedia,
dan informasi lain yang diperlukan untuk mengonfigurasi jaringan. Ada banyak kalkulator
IP yang tersedia secara online, baik dalam bentuk situs web maupun aplikasi,
yang memudahkan pengelolaan jaringan.
Jurnal Perkuliahan Jaringan Komputer
6 Mei 2024 (Senin)
Jaringan komputer adalah kumpulan dua atau lebih komputer
yang saling terhubung satu sama lain melalui media komunikasi sehingga dapat
berbagi data dan sumber daya. Jaringan ini memungkinkan perangkat untuk
bertukar informasi, mengakses internet, berbagi file, printer, dan perangkat
lainnya, serta melakukan komunikasi yang lebih efisien. penting bagi seorang
programmer untuk belajar jaringan komputer. Memahami jaringan komputer dapat
memberikan banyak manfaat dan meningkatkan kemampuan mereka dalam berbagai
aspek pengembangan perangkat lunak
7 OSI layers
1.
Lapisan Fisik (Physical Layer)
Menyediakan transmisi fisik data melalui media komunikasi. Ini mencakup
perangkat keras seperti kabel, konektor, dan sinyal listrik atau optik. Contoh
: Ethernet, kabel serat optik, sinyal radio.
2.
Lapisan Data Link (Data Link Layer)
Mengatur komunikasi data antara dua perangkat pada jaringan yang sama dan
mendeteksi serta memperbaiki kesalahan yang terjadi pada lapisan fisik. Ini
juga mengelola alamat fisik (MAC address) perangkat. Contoh : Ethernet, Wi-Fi
(IEEE 802.11), MAC (Media Access Control).
3.
Lapisan Jaringan (Network Layer)
Mengatur alamat logis dan penentuan jalur (routing) data antara perangkat
dalam jaringan yang berbeda. Ini mengelola pengalamatan IP dan routing paket
data. Contoh : IP (Internet Protocol), router.
4.
Lapisan Transport (Transport Layer)
Menyediakan transmisi data yang andal dengan mengelola kontrol aliran,
segmentasi, dan pengendalian kesalahan. Protokol pada lapisan ini memastikan
data dikirim secara berurutan dan tanpa kehilangan. Contoh : TCP (Transmission
Control Protocol), UDP (User Datagram Protocol).
5.
Lapisan Sesi (Session Layer)
Mengelola sesi komunikasi antara aplikasi di perangkat yang berbeda. Ini
mengatur pembentukan, pengelolaan, dan penghentian sesi atau koneksi. Contoh : Protokol
RPC (Remote Procedure Call), NetBIOS.
6.
Lapisan Presentasi (Presentation Layer)
Bertanggung jawab atas format data dan enkripsi/ dekripsi data untuk
memastikan bahwa data yang dikirimkan dapat dimengerti oleh aplikasi penerima.
Ini juga mengelola konversi format data dan kompresi. Contoh : SSL/TLS (untuk
enkripsi), JPEG, MPEG.
7.
Lapisan Aplikasi (Application Layer)
Menyediakan antarmuka langsung antara pengguna dan aplikasi jaringan. Ini
mencakup berbagai protokol yang digunakan aplikasi untuk berkomunikasi dengan
jaringan. Contoh : HTTP (HyperText Transfer Protocol), FTP (File Transfer
Protocol), SMTP (Simple Mail Transfer Protocol), DNS (Domain Name System).
Konversi dari desimal ke biner adalah proses mengubah bilangan dalam sistem desimal (basis 10) ke dalam sistem biner (basis 2). Sistem desimal menggunakan sepuluh digit (0-9), sementara sistem biner menggunakan dua digit (0 dan 1). Proses ini penting dalam komputasi dan ilmu komputer karena komputer bekerja menggunakan sistem biner. Manfaat Konversi Desimal ke Biner :
-
Komputer menggunakan bilangan biner untuk semua
operasi internal karena sistem biner sesuai dengan dua keadaan fisik dari
sirkuit elektronik (on dan off).
-
Pemahaman tentang biner penting dalam
pemrograman, terutama saat bekerja dengan operasi bitwise, alamat memori, dan
protokol komunikasi.
-
Pengetahuan tentang biner digunakan dalam alamat
IP, subnetting, dan konfigurasi jaringan lainnya.
Dengan
memahami proses konversi ini, Anda dapat lebih baik memahami bagaimana komputer
memproses data dan bagaimana berbagai algoritma bekerja pada tingkat dasar.
Nama : Fannisa Nurhaffifi
Kelas : PSTI A
NPM : 2215061009
Jurnal Perkuliahan 3
Introduction
Anatomy dari sebuah browser
Nama : Fannisa Nurhaffifi
NPM : 2215061009
Kelas :PSTI A
Apa itu HTML
HTML adalah Bahasa standar yang digunakan untuk membuat halaman website, HTML adalah singkatan dari hyper text markup language. HTML menjelaskan mengenai struktur dari halaman sebuah website. Elemen-elemen HTML diwakilkan oleh tags atau penanda. Elemen adalah komponen individual dari HTML yang Dimana elemen-elemen mengandung paragraph, image, dan header. Selain itu tag atau penanda berada pada bagian awal dan akhiran dari elemen HTML.
Anatomy dari elemen HTML
Atribut
- Memberikan informasi tambahan tentang elemen HTML
- Kelas, ID, bahasa, gaya, identitas, sumber
- Ditempatkan di dalam tag pembuka, sebelum braket sudut
kanan.
Nilai
- Nilai adalah nilai yang diberikan pada atribut tertentu.
- Nilai harus diapit oleh tanda kutip.
-
<!DOCTYPE>
Deklarasi <!DOCTYPE>
mewakili tipe dokumen, dan membantu browser untuk menampilkan halaman web dengan benar. Deklarasi
<!DoCtYpE> tidak peka huruf besar-kecil. Deklarasi <!DOCTYPE> untuk
HTML5 adalah <!DOCTYPE html> Setelah <!doctype>, konten halaman
harus berada di antara tag <html>. Kepala berisi judul halaman &
informasi meta tentang halaman tersebut.
-
Nesting
Semua elemen "nesting" di dalam
satu sama lain yang Dimana bersarang atau nesting adalah apa yang terjadi
ketika meletakkan tag di dalam tag lainnnya. Misalnya
ketika diletakkan tag <p> di dalam tag <body> sehingga tag
<p> akan bersarang di dalam tag <body>. Judul pada
html didefinisikan dengan tag <h1> hingga <h6> yang mana <h1>
mendefinisikan judul yang paling penting dengan font yang besar hingga
<h6> mendefinisikan judul yang paling tidak penting dengan font yang
semakin mengecil. Tautan HTML dapat didefinisikan dengan tag <a> dan
tujuan tautan menggunakan atribut href serta atribut target yang digunakan
untuk menentukan tempat untuk membuka dokumen tertaut.
-
Headings
Heading HTML didefinisikan dengan tags <h1> sampai
<h6>, dari <h1> paling penting ke <h6> yang paling terakhir. Contohnya
adalah sebagai berikut.
-
Paragraphs
Paragraph pada HTML didefinisikan
dengan tag <p>, contohnya adalah sebagai berikut
Preformatted Text
Teks di dalam elemen <pre> ditampilkan dalam font dengan lebar tetap (biasanya Courier), dan mempertahankan spasi dan jeda baris. contohnya sebagai berikut
Links
HTML links didefinisikan dengan tag <a>., dan destinasi dari linknya menggunakan atribut "herv" contohnya adalah seperti ini:
Images
HTML images didefinisikan dengan tag <img>. File sumber (src), teks alternatif (alt), lebar, dan tinggi disediakan sebagai atribut.
Tables
Tabel adalah cara untuk merepresentasikan informasi kompleks dalam format grid. Tabel dapat ditata dengan CSS untuk menambahkan garis zebra atau untuk menyorot baris/kolom penting. Fungsionalitas tambahan dapat ditambahkan ke tabel seperti memfilter atau mengurutkan baris dan kolom.
Comments
menambahkan komentar pada code yang tidak akan terlihat oleh browser, tetapi hanya terlihat saat melihat kode tersebut. Komentar dapat digunakan untuk:
- atur code menjadi beberapa bagian
- 'memberi komentar' sejumlah besar kode untuk menyembunyikannya dari browser.
hello everyone, my name is fannisa nurhaffifi my friends usually call me pipi or fannisa. i was born on august 18th 2004, i'm eighteen ...