Jumat, 17 Mei 2024

Junal Perkuliahan 15 mei 2024

Jaringan komputer adalah kumpulan dua atau lebih komputer yang saling terhubung satu sama lain melalui media komunikasi sehingga dapat berbagi data dan sumber daya. Jaringan ini memungkinkan perangkat untuk bertukar informasi, mengakses internet, berbagi file, printer, dan perangkat lainnya, serta melakukan komunikasi yang lebih efisien. penting bagi seorang programmer untuk belajar jaringan komputer. Memahami jaringan komputer dapat memberikan banyak manfaat dan meningkatkan kemampuan mereka dalam berbagai aspek pengembangan perangkat lunak


7 OSI layers

1.      Lapisan Fisik (Physical Layer)

Menyediakan transmisi fisik data melalui media komunikasi. Ini mencakup perangkat keras seperti kabel, konektor, dan sinyal listrik atau optik. Contoh : Ethernet, kabel serat optik, sinyal radio.

2.      Lapisan Data Link (Data Link Layer)

Mengatur komunikasi data antara dua perangkat pada jaringan yang sama dan mendeteksi serta memperbaiki kesalahan yang terjadi pada lapisan fisik. Ini juga mengelola alamat fisik (MAC address) perangkat. Contoh : Ethernet, Wi-Fi (IEEE 802.11), MAC (Media Access Control).

3.      Lapisan Jaringan (Network Layer)

Mengatur alamat logis dan penentuan jalur (routing) data antara perangkat dalam jaringan yang berbeda. Ini mengelola pengalamatan IP dan routing paket data. Contoh : IP (Internet Protocol), router.

4.      Lapisan Transport (Transport Layer)

Menyediakan transmisi data yang andal dengan mengelola kontrol aliran, segmentasi, dan pengendalian kesalahan. Protokol pada lapisan ini memastikan data dikirim secara berurutan dan tanpa kehilangan. Contoh : TCP (Transmission Control Protocol), UDP (User Datagram Protocol).

5.      Lapisan Sesi (Session Layer)

Mengelola sesi komunikasi antara aplikasi di perangkat yang berbeda. Ini mengatur pembentukan, pengelolaan, dan penghentian sesi atau koneksi. Contoh : Protokol RPC (Remote Procedure Call), NetBIOS.

6.      Lapisan Presentasi (Presentation Layer)

Bertanggung jawab atas format data dan enkripsi/ dekripsi data untuk memastikan bahwa data yang dikirimkan dapat dimengerti oleh aplikasi penerima. Ini juga mengelola konversi format data dan kompresi. Contoh : SSL/TLS (untuk enkripsi), JPEG, MPEG.

7.      Lapisan Aplikasi (Application Layer)

Menyediakan antarmuka langsung antara pengguna dan aplikasi jaringan. Ini mencakup berbagai protokol yang digunakan aplikasi untuk berkomunikasi dengan jaringan. Contoh : HTTP (HyperText Transfer Protocol), FTP (File Transfer Protocol), SMTP (Simple Mail Transfer Protocol), DNS (Domain Name System).

Konversi dari desimal ke biner adalah proses mengubah bilangan dalam sistem desimal (basis 10) ke dalam sistem biner (basis 2). Sistem desimal menggunakan sepuluh digit (0-9), sementara sistem biner menggunakan dua digit (0 dan 1). Proses ini penting dalam komputasi dan ilmu komputer karena komputer bekerja menggunakan sistem biner.

Default gateway adalah sebuah perangkat jaringan yang bertindak sebagai perantara untuk mengirimkan paket data dari jaringan lokal ke jaringan lain. Default gateway biasanya merupakan alamat IP dari router atau perangkat lain yang menghubungkan jaringan lokal ke jaringan luar. Contoh dari default gatway:

Jaringan Rumah

Dalam sebuah jaringan rumah, router yang menyediakan koneksi internet akan memiliki alamat IP, misalnya 192.168.1.1. Alamat ini akan dijadikan default gateway bagi semua perangkat yang terhubung ke jaringan tersebut, seperti komputer, smartphone, dan perangkat IoT. Jika komputer di jaringan rumah memiliki IP 192.168.1.100 dan ingin mengakses situs web, komputer tersebut akan mengirimkan permintaan ke default gateway (router) di 192.168.1.1, yang kemudian meneruskannya ke internet.

Jaringan Perusahaan

Di sebuah perusahaan, mungkin ada beberapa subnet untuk berbagai departemen, dan sebuah router atau firewall yang menghubungkan subnet tersebut ke internet. Misalkan departemen IT memiliki subnet dengan alamat 10.0.0.0/24 dan router di subnet tersebut memiliki alamat 10.0.0.1. Semua perangkat di subnet IT akan menggunakan 10.0.0.1 sebagai default gateway untuk mengakses sumber daya di luar subnet mereka.

IP adalah singkatan dari Internet Protocol, atau dalam bahasa Indonesia berarti Protokol Internet. Jadi, IP address atau internet protocol address adalah alamat protokol internet (alamat IP) yang mengidentifikasi segala perangkat yang terhubung ke jaringan, baik jaringan internet pada umumnya maupun lokal. Versi IP address dibagi menjadi dua, yaitu IPv4 dan IPv6.  IPv4 adalah alamat IP yang paling umum digunakan, dengan panjang 32-bit dan empat bagian (oktet) yang dipisahkan oleh titik. Nilai setiap oktet berkisar dari 0 – 255. Kepanjangan IPv4 yaitu Internet Protocol version 4. IPv6 adalah versi IP address yang lebih baru dari IPv4, dimaksudkan untuk menggantikan IPv4 karena variasi IPv4 yang kini mulai terbatas. Kalau IPv4 memiliki panjang 32 bit, panjang IPv6 mencapai 128 bit. Artinya, ada sekitar 340 undecillion (angka di belakang digit pertamanya ada 66!) alamat IPv6 yang berbeda.

Contoh IPv4 adalah seperti berikut:

  • 169.89.131.246
  • 192.0. 2.146
  • 01.102.103.104

Berikut adalah contoh IPv6:

  • 2001:3FFE:9D38:FE75:A95A:1C48:50DF:6AB8
  • 2001:0db8:85a3:0000:0000:8a2e:0370:7334
  • 2001:db8:3333:4444:CCCC:DDDD:EEEE:FFFF


Alamat IP dikelompokkan ke dalam beberapa kelas berdasarkan nilai oktet pertama. Berikut adalah penjelasan tentang kelas alamat IP, yaitu kelas A, kelas B, dan kelas C, serta contoh penggunaannya.

Class A

Class A adalah kelas alamat IP dengan oktet pertama di antara 1 dan 126 (0 dan 127 tidak digunakan karena memiliki tujuan khusus). Kelas A memiliki format berikut: A.B.C.D Dimana A adalah oktet pertama (1-126), dan B, C, serta D adalah oktet yang tersisa, masing-masing berkisar antara 0 hingga 255. Kelas A umumnya digunakan untuk jaringan skala besar yang memiliki banyak perangkat, seperti perusahaan besar atau organisasi pemerintah. Contoh alamat IP kelas A: 10.0.0.1 45.128.50.22

Class B

Class B adalah kelas alamat IP dengan oktet pertama di antara 128 dan 191. Kelas B memiliki format berikut: A.B.C.D Dimana A adalah oktet pertama (128-191), dan B, C, serta D adalah oktet yang tersisa, masing-masing berkisar antara 0 hingga 255. Kelas B biasanya digunakan untuk jaringan menengah yang memiliki jumlah perangkat yang lebih sedikit daripada kelas A, seperti universitas, sekolah, dan bisnis menengah. Contoh alamat IP kelas B: 172.16.10.1 190.200.25.5

Class C

Class C adalah kelas alamat IP dengan oktet pertama di antara 192 dan 223. Kelas C memiliki format berikut: A.B.C.D Dimana A adalah oktet pertama (192-223), dan B, C, serta D adalah oktet yang tersisa, masing-masing berkisar antara 0 hingga 255. Kelas C umumnya digunakan untuk jaringan kecil yang memiliki jumlah perangkat yang terbatas, seperti jaringan rumah, jaringan kantor kecil, dan jaringan hotspot Wi-Fi. Contoh alamat IP kelas C: 192.168.1.1 200.150.100.50

Dalam prakteknya, beberapa blok alamat IP dari kelas A, B, dan C dialokasikan untuk penggunaan pribadi dan tidak dapat diakses melalui internet. Blok-blok ini dikenal sebagai alamat IP pribadi. Berikut adalah rentang alamat IP pribadi untuk setiap kelas:

·        Kelas A: 10.0.0.0 hingga 10.255.255.255

·        Kelas B: 172.16.0.0 hingga 172.31.255.255

·        Kelas C: 192.168.0.0 hingga 192.168.255.255

Alamat IP pribadi ini digunakan dalam jaringan lokal dan tidak dapat diakses langsung dari internet. Untuk mengakses internet, perangkat yang menggunakan alamat IP pribadi harus menggunakan Network Address Translation (NAT) melalui router atau perangkat lain yang memiliki alamat IP publik.

CIDR (Classless Inter-Domain Routing)

CIDR (Classless Inter-Domain Routing) adalah teknik yang digunakan untuk menggantikan sistem kelas alamat IP. CIDR menghilangkan pembagian kelas alamat IP dan menggantinya dengan sistem yang lebih fleksibel. CIDR menggunakan notasi yang mencakup alamat IP dan panjang awalannya dalam satu sintaks, seperti 192.168.1.0/24. Panjang awalan dalam contoh ini adalah 24, yang menunjukkan bahwa 24 bit pertama alamat IP digunakan sebagai awalan jaringan. CIDR menyediakan lebih banyak kebebasan dalam pengelolaan alamat IP, yang memungkinkan administrator jaringan untuk menciptakan subnet yang lebih kecil dan sesuai dengan kebutuhan jaringan. CIDR juga membantu mengurangi pemborosan alamat IP dan memungkinkan penggunaan IPv4 lebih efisien.

VLSM (Variable Length Subnet Mask)

Selain itu, VLSM (Variable Length Subnet Mask) juga merupakan teknik yang digunakan dalam pengelolaan jaringan. VLSM memungkinkan administrator jaringan untuk menggunakan subnet mask yang berbeda untuk subnet yang berbeda dalam jaringan yang sama. VLSM membantu mengoptimalkan penggunaan alamat IP dan mengurangi pemborosan alamat dalam jaringan yang lebih besar.

Dalam mengelola jaringan, alat yang umum digunakan adalah IP calculator. IP calculator membantu administrator jaringan untuk menghitung subnet, jumlah alamat IP yang tersedia, dan informasi lain yang diperlukan untuk mengonfigurasi jaringan. Ada banyak kalkulator IP yang tersedia secara online, baik dalam bentuk situs web maupun aplikasi, yang memudahkan pengelolaan jaringan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

INTRODUCTION

 hello everyone, my name is fannisa nurhaffifi my friends usually call me pipi or fannisa. i was born on august 18th 2004, i'm eighteen ...