Nama : Fannisa Nurhaffifi
NPM : 2215061009
Dosen : Rio Ariestia Pradipta, S.Kom., M.T.I.
Kelas : PSTI A
Akar Kemiskinan Petani Hortikultura di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung
1. Apa Akar Masalah yang Terjadi
Penyebab kemiskinan dapat di kelompokkan menjadi dua yaitu, kemiskinan absolut dan kemiskinan kultural. Kemiskinan absolut adalah kemiskinan yang berasal dari faktor ekonomi yang dimana seseorang tidak dapat mempenuhi kebutuhan dalam hidupnya, sedangkan kemiskinan kultural adalah kemiskinan yang mengacu pada gaya hidup dan nilai orientasi sosial budaya yang tidak sejalan dengan etos kemajuan (modernisasi) seperti sikap malas dan tidak memiliki keinginan berprestasi. Penyebab kemiskinan di Provinsi Lampung adalah kurang berhasilnya Provinsi Lampung melaksanakan program penanggulangan kemiskinan. Masyarakat miskin di Provinsi Lampung bisa dijumpai dikalangan petani hortikultura di Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, Propinsi Lampung. Walaupun Tanggamus merupakan sentra produksi hortikultura di Kabupaten Tanggamus, Propinsi Lampung, namun berdasarkan pengamatan masih banyak petani hortikultura (Kubis dan Cabai) yang masih miskin. Sebagai salah satu contoh adalah petani hortikultura yang miskin tidak dapat menghindar dari keterikatannya dengan pemilik modal/tengkulak untuk melaksanakan usaha tani maupun memasarkan hasil produksi Keterikatan ini tidak hanya dalam hal penyediaan biaya untuk proses produksi , tetapi berhubungan dengan kebutuhan dalam rumahtangga petani tersebut. Keperluan untuk kesehatan, perayaan, dan lain-lain juga sering tergantung kepada pemilik modal/tengkulak, keterikatan petani kepada tengkulak dalam pelaksanaan usaha tani mulai dari pengolahan tanah sampai dengan pemasaran hasil produksi merupakan salah satu faktor penyebab petani hortikultura tidak mempunyai peluang tawar dengan pemilik modal pada saat memasarkan hasil produksi usahatani.
2. Siapa yang Terdampak
Yang terdampak dari kemiskinan adalah petani hortikultura (Kubis dan Cabai) yang berada di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Struktur pasar yang cenderung hanya dikuasai oleh beberapa orang dari pihak pemilik modal/tengkulak dan pihak luar juga menyebabkan tingkat harga kurang sesuai dengan harapan petani. Akibatnya tingkat pendapatan usahatani yang diperoleh tidak sesuai dengan harapan para petani.
3. Analisa Solusi yang Dapat Dilakukan Untuk Menyelesaikan Masalah
Untuk mengatasi kemiskinan petani hortikultura diperlukan pendekatan yang menyeluruh termasuk dengan para pemilik modal dan pemerintah daerah disertai dengan peningkatan pengetahuan, perubahan sikap dan pola hidup, serta keterampilan petani dalam berusahatani. Solusi lain yang dapat dilakukan agar para petani bebas dari kemiskinan adalah dengan dengan diversifikasi yaitu membuat bidang usaha lainnya untuk memaksimalkan keuntungan selain bertani.
4. Siapa saja yang harus menerapkan solusi berdasarkan analisa no.3
Yang harus menerapkan solusi agar tingkat kemiskinan petani holtikultural di Tanggamus rendah adalah para pemilik modal/tengkulak dan turut serta turun tangan Pemerintah Daerah Tanggamus dalam memberantas kemiskinan. Tetapi yang paling penting perlunya kesadaran dari diri para petani.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar